FREE DONLOT 8 E BOOK LINGUISTIK

(1) free download Discourse Analysis by Gillian Brown & George Yule
(2)  buku george yule PRAGMATICS. ini buku paling simple buat mahasiswa dibandingkan yang lain seperti Jacob L mey, Levinson atau Paul Grice. silakan  download tanpa password

FREE DOWNLOAD

atau yang ini ya FREE DOWNLOAD2

(3) ESP E-BOOK English for specific purposes’ – hutchinson tom, waters alan

FREE DOWNLOAD

(4)  An Introduction to Sociolinguistics, 6th Edition. Ronald Wardhaugh
(5)  ARONOFF INTRODUCTION TO MORPHOLOGY DOWNLOAD GRATIS
(6)  HASPELMATH UNDERSTANDING MORPHOLOGY FREE DOWNLOAD
(7) R. HURFORD SEMANTICS COURSE BOOKS FREE DOWNLOAD

THE ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY ACT ON AUDIO FILE ENTITLED “JAMA’AH AUSTRALIA – KEPENTINGAN MENGHIDUPKAN AMAL MASJID”

Journal from JKPTUMPO / 2014-11-13 12:20:50
Oleh : FAIZAL RISDIANTO
Dibuat : 2014-11-13, dengan 0 file

Keyword : ILLOCUTIONARY
Url : http://lib.umpo.ac.id
Sumber pengambilan dokumen : Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Volume 2 nomor 2 juli 2014

The research design of this study is descriptive qualitative. The data sources of this study are audio file entitled “Jama’ah Australia – Kepentingan Menghidupkan Amal Masjid” which is taken from an interesting video uploaded by a member having the Youtube account named “Ummat Akhir Zaman” a.k.a Syukri Abdullah. This interesting video is a record of English bayan (English Islamic sermon) given by the representative of Tablighi Jamaat member from Sydney, Australia. Even though it is in a form of video but there is no moving picture in it but it is merely a one hour-five minutes and thirty one second MP3 recording file. This paper merely focuses on analyzing the most dominant types of Speech Acts on Audio File of Australian Jamaat English Islamic sermon entitled “Jama’ah Australia – Kepentingan Menghidupkan Amal Masjid”. This Audio File of Australian Jamaat English Islamic sermon is analyzed by the perspective of SearlÂ’s theory. From the analysis of audio file entitled “Jama’ah Australia – Kepentingan Menghidupkan Amal Masjid” it can be found four types of SearleÂ’s illocutionary acts: Directive, commisive, representative and expressive. There are 50 data of illocutionary acts which consist of : 8 data of the type of Directive: One data showing of stating and 7 data showing of suggesting, 4 data of the type of Commisive: Two data showing promising and 2 data showing of threatening, 36 data of the type of Representative: 5 data showing of asserting and 31 data showing of informing, and 2 data of the type of Expressive: 2 data showing the illocutionary acts of praising. From the classification of the data, it can be seen clearly that the type of commisive is the most dominant. This was used since the Australian speaker want to show humbleness and politeness when he was giving sermon in front of Indonesian audience.

Continue reading

Model Pembelajaran Bahasa Inggris di Ponpes Ta’mirul Islam Surakarta

Model Pembelajaran Bahasa Inggris di Ponpes Ta’mirul Islam Surakarta

Faizal Risdianto

This article has been read for 8 times

 

Abstract

 

This research applies descriptive qualitative method aiming at knowing the format and model as well as the  motivating and resisting power of English learning at Ta’mirul Islam Male Boarding School Surakarta. From observations and interviews, it is found that there is as direct learning strategy using teacher-centered approach. This learning strategy is even more detailed by the ‘army method’ learning model which emphasizes high discipline and teacher authority as well as direct method which stresses on the teacher instructions. The learning model of the school follows behavioristic patterns that emphasizes on customization in language skills. It is combined with army method patterns that treat students with rewards and punishments. The motivating power of the English learning process at the boarding house is the availability of facilities, bi’ah lughowiyah or the environment that supports the students to be able to speak and write in English. Meanwhile, the ressisting factor is the ignorance of most students toward the punishments given by the authority.

 

Keywords

 

pembelajaran; belajar; direct method; takmirul islam.

 

Full Text:

PDF

References

 

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaplin, J.P. 1958. Dictionary of Psychology. New York: Dell Publishing.

Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Balai Pustaka.

Dick, W. & Cary, L. 1990.The Systematic Design of Instruction, Third Edition, New York.Harper Collins.

Huda, Miftahul. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta.Penerbit Pustaka Pelajar.

Fatah, Abdul. 2011. Strategi Pondok Pesantren Attaqwa Putra Bekasi dalam Menerapkan Komunikasi Berbahasa Arab dan Inggris pada Santri. Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah.

Joyce, Bruce. Weil, Marshal. 1996. Models of Teaching. Boston: Allyn and Bacon.

Kemp, Jerrold E. 1977. Instructional Design: Plan for Unit and Course Development. New York: Holt, Rinehart & Winston.

Kurniawati, Erna Dwi. 2005. “Metode Pengajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris” (Studi di Pesantren Putri Al Mawaddah Coper Jetis Ponorogo). Malang. Universitas Muhammadiyah Malang.

Madjid, Nurcholish, 1997 .Masyarakat Religius, Jakarta: Penerbit Paramadina.

Moleong.Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Penerbit Rosdakarya.

Rais, Amien. 1987. Cakrawala Islam Antara Cita dan Fakta . Bandung: Penerbit Mizan.

Reber, Arthur S.1995.The Penguin Dictionary of Psychology. California. University of California.Penguin Books.

Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Press.

Subyakto, Sri Utari. 1992. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Soedjoko, Prasodjo, 1982. Profil Pesantren, Jakarta. Penerbit LP3ES.

Stephen, Isaac and William, Michael, 1982.Handbook in Research and Evaluation.San Diego, California, Edits Publishers.

Sugiyono, 2006, Teknik Penelitian.Yogyakarta.Penerbit Pines.

Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Wittig, Arno F, 1981.Psychology of Learning. New York: Mc. Grow Hill Book. Company.

Zamakhsyari, Dhofier. 1983. Tradisi Pesantren. Studi tentang Pandangan Hidup Kyai.Jakarta Penerbit LP3ES.

Zamakhsyari, Dhofier. 1984 Tradisi Pesantren. Jakarta. Penerbit LP3ES.

 

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Add comment

E-ISSN: 2527-807X    P-ISSN: 2527-8088

REGISTER JOURNAL

ARCHIVES

2015

VOL 8, NO 1 (2015): VOL 8, NO 1 (2015): REGISTER

REGISTER Language and Language Teaching Journals.

Vol. 8 No. 1 is issued in June 2015

2014

VOL 7, NO 2 (2014): REGISTER

REGISTER Language and Language Teaching Journals

Vol. 7 No. 2 is issued in November 2014

VOL 7, NO 1 (2014): REGISTER

REGISTER Language and Language Teaching Journals

Vol. 7 No. 1 is issued in June 2014

2013

VOL 6, NO 2 (2013): REGISTER

REGISTER Language and Language Teaching Journals

Vol 7 No. 2 is issued in November 2013

VOL 6, NO 1 (2013): REGISTER

REGISTER Language and Language Teaching Journals

Vol. 6 No. 1 is issued in June 2013

2012

VOL 5, NO 2 (2012): REGISTER

REGISTER Language and Language Teaching Journals

Vol. 5 No. 2 is issued in November 2012

VOL 5, NO 1 (2012): REGISTER

REGISTER Language and Language Teaching Journals

Vol. 5 No. 1 is issued in June 2012

Idealisme seorang Jurnalis Muslim

Written by: Ahmad Nur Khalim

Mahasiswa KPI-FakDa IAIN Salatiga

Tidak ada pekerjaan yang mudah. Semua mengandung resiko dan konsekuensi. Termasuk dalam dunia jurnalistik, memotret peristiwa aktual untuk kemudian merangkainya menjadi sebuah berita penting.

Satu hal yang istimewa dari seorang jurnalis adalah “kemutlakan” baginya untuk memahami banyak disiplin ilmu bahkan melahap semuanya sekaligus. Baik dari bidang politik, ekonomi, sains, teknologi, budaya, pendidikan, hukum perundang-undangan dsb. Hal ini sangat penting mengingat ukuran kualitas berita yang disajikan. Dinilai publik, dikritisi, baik-buruknya suatu berita merupakan bagian dari resiko dan konsekuensi bagi wartawan.

Di Negeri Muslim terbesar ini, tentu sangat dibutuhkan banyak wartawan yang handal dalam arti mampu mengaitkan sebuah peristiwa dengan syariat Islam. Dengan kata lain, ia menjadikan keimanan (ideologi)nya sebagai tolok ukur pemberitaan. Dan sikap seperti ini sama sekali tidak menghilangkan objektifitas berita.

Jurnalis Muslim sudah semestinya menyadari, dan manyampaikan hal ini sebagai bentuk kontribusi nyata atas ketaatan pada Allah dan RasulNya dalam mengemban amanah. Dan yang pasti, semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Karenanya, berhati-hatilah para jurnalis!

LDK Rayakan Milad dengan Seminar Dawah Kontemporer

pakfay dakwah kontemporer LDK
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) IAIN Salatiga, Sabtu, (21/5) mengadakan Seminar Nasional yang bertema “Esensi Dakwah Kontemporer”. Seminar tersebut dihadiri oleh dua pemateri, yaitu Faizal Risdianto dan Muhammad Amin.

Menurut Faizal Risdianto, tema seminar nasional tersebut menarik karena dakwah merupakan kebutuhan untuk semua orang. Materi yang disampaikan beliau mengenai dakwah tradisional, hal- hal yang tradisional namun juga berbicara modern. Beliau menceritakan tentang konsep dakwah nabi dari zaman dahulu sampai sekarang.

Kemudian pemateri yang kedua, Muhammad Amin berpendapat bahwa dakwah harus berinovasi, “Sekarang ini banyak dakwah dari media seperti google, youtube, whatsapp, dan sebagainya. Namun, hasilnya lebih bagus dan lebih setuju menggunakan model lama, yaitu dakwah secara langsung atau tatap muka tanpa media atau apapun, agar lebih jelas.”

Materi yang disampaikan olehnya tentang penjelasan bahwa dakwah ada dua, yaitu dakwah service dan development. Dakwah service adalah dakwah yang sifatnya mengajak seseorang sedangkan yang kedua adalah dakwah development yaitu dakwah yang sifatnya berkelanjutan.

Nurina (20) salah satu panitia, menjelaskan bahwa pengambilan tema tersebut dilatarbelakangi oleh orang zaman sekarang yang mendengar dakwah sudah takut, terlebih lagi ada image ISIS dan sebagainya. Padahal Islam relevan dengan berkembangnya zaman. Untuk kalangan remaja, metode dakwah berupa ceramah sangat membosankan. Untuk itu, tema dikemas semenarik mungkin. Media dakwah bisa dengan tulisan, musik, dan sebagainya. Selain itu, LDK juga ingin menunjukkan bahwa mereka punya strategi dakwah kontemporer.

Tujuan diadakannya seminar ini, untuk memberi wawasan tentang dakwah yang kekinian. Harapan LDK bisa menjadi lembaga dakwah yang teladan, dan dapat melakukan dakwah kontemporer. Sedangkan harapan untuk peserta, meskipun bukan dari anak dakwah, mereka bisa berdakwah walaupun sederhana.

(Sofi/Crew Magang_) Sumber Berita paling keren : http://klikdinamika.com/